Cilacap, 17 September 2026 – Di tengah tuntutan industri energi yang terus bergerak, keselamatan bukan sekadar persoalan bagaimana pekerjaan diselesaikan, tetapi bagaimana setiap orang memastikan dirinya dan rekan kerja dapat pulang dengan selamat. Semangat inilah yang terus dijaga Kilang Cilacap melalui penguatan budaya safety, salah satunya lewat Management Walk Through (MWT) yang dilakukan secara rutin dan melibatkan jajaran pimpinan hingga pekerja di lapangan.

Komitmen tersebut kembali terlihat dalam kunjungan Senior Vice President (SVP) HSSE PT Pertamina (Persero) I Ketut Laba yang melaksanakan MWT di PT Pertamina Patra Niaga RU Cilacap. Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung penerapan aspek keselamatan sekaligus berdialog dengan insan kilang mengenai praktik HSSE di area kerja, Rabu (16/9/2026).

MWT sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan Kilang Cilacap setiap hari Rabu guna memastikan seluruh operasional kilang dapat terpantau langsung oleh pimpinan atau jajaran manajemen. Sebelum turun ke lapangan, MWT selalu diawali dengan sesi Health Talk dan Leader Insight sebagai ruang untuk membangun kesadaran kesehatan, berbagi pesan keselamatan, serta memperkuat kepemimpinan dalam penerapan budaya HSSE.

Dalam rangkaian MWT, I Ketut Laba bersama jajaran manajemen meninjau sejumlah area, mulai dari Kilang TDHT, Kilang FOC I, HSSE Demo Room hingga Digital Center. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi aktual di lapangan, memastikan penerapan prosedur berjalan sebagaimana mestinya, serta mengidentifikasi hal-hal yang dapat terus ditingkatkan dari sisi keselamatan.

Executive General Manager (EGM) RU Cilacap Hermawan Budiantoro mengatakan, budaya safety di Kilang Cilacap dibangun melalui konsistensi dan keterlibatan seluruh pekerja, bukan hanya melalui aturan tertulis. “Kami memastikan setiap aktivitas dilaksanakan sesuai SOP dan prosedur yang berlaku, namun yang lebih penting adalah bagaimana prosedur tersebut menjadi bagian dari perilaku sehari-hari, sehingga setiap pekerja memiliki kesadaran bahwa safety merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Hermawan menambahkan, MWT menjadi salah satu sarana penting bagi manajemen untuk hadir langsung di lapangan dan mendengarkan kondisi aktual dari para pekerja. “Dengan turun langsung, kami dapat melihat, berdiskusi, dan bersama-sama mencari peluang perbaikan agar aspek keselamatan selalu menjadi pertimbangan utama dalam setiap pekerjaan,” katanya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi antara SVP HSSE PT Pertamina (Persero) bersama tim manajemen Kilang Cilacap yang membahas berbagai aspek safety dan upaya penguatan penerapannya di seluruh lini operasi. I Ketut Laba mengapresiasi konsistensi Kilang Cilacap dalam menjaga budaya safety melalui MWT, keterlibatan pimpinan, serta penerapan prosedur di lapangan. “Apa yang dilakukan di Kilang Cilacap menunjukkan bahwa safety tidak berhenti pada prosedur, tetapi terus dikawal melalui leadership, engagement, dan kedisiplinan dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.

Kilang Cilacap meyakini budaya safety tumbuh dari hal-hal yang dilakukan secara konsisten setiap hari. Melalui MWT, keteladanan pimpinan dan keterlibatan pekerja terus dipertemukan di lapangan untuk memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan disiplin menjalankan prosedur, serta keberanian untuk saling mengingatkan dan melakukan perbaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *