Nusa Tenggara Timur, 19 Oktober 2026 — Di tengah upaya masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bangkit setelah gempa, harapan tumbuh dari tempat yang sederhana, ruang kelas. Di sana anak-anak kembali merajut mimpi dan mengeja masa depan, meski bencana sempat mengubah banyak hal.
Bagi masyarakat terdampak, pemulihan juga berarti mengembalikan rasa aman, menghadirkan kesempatan untuk belajar, serta menjaga agar masa depan generasi muda tidak ikut terhenti.
Berangkat dari semangat kemanusiaan tersebut, Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), wadah para Perwira Pertamina hadir menyalurkan bantuan pembangunan fasilitas pendidikan di sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT.
Relawan FSPPB yang dipimpin oleh Perwira Pertamina Patra Niaga RU Cilacap, Sunaryo Adi Putra, berkesempatan menyerahkan langsung bantuan pembangunan fasilitas pendidikan di sejumlah sekolah dan madrasah, awal September lalu.
Bantuan tersebut mencakup enam ruang kelas di SD K Kendidi, dua ruang kelas di SD Negeri Reo, serta dukungan bagi SD Negeri Inpres Jati. Bantuan juga diberikan untuk masing-masing enam ruang kelas di MI Negeri Reo dan MTs Negeri Reo, serta empat ruang kelas di SMP Negeri 4 Reo.
Di balik setiap ruang kelas yang dibangun, tersimpan arti yang jauh lebih besar daripada sekadar bangunan fisik. Ada harapan anak-anak kembali belajar dengan lebih nyaman, semangat para pendidik untuk terus mendampingi murid-muridnya, dan ada kerinduan masyarakat untuk melihat kehidupan perlahan kembali normal.
Terpisah, melalui sambungan daring Presiden FSPPB, Arie Gumilar juga menyampaikan apresiasinya terhadap Tim Relawan FSPPB yang terjun ke lokasi dan menyalurkan bantuan. “Melalui aksi kemanusiaan ini FSPPB membantu pemulihan pascabencana serta menguatkan semangat masyarakat. Kepedulian ini menjadi wujud nyata bahwa di tengah situasi sulit, solidaritas dan gotong royong dapat menjadi kekuatan untuk saling menopang”, ujar Arie.
Kepala SD Negeri 1 Reo, Fransiskus Sales Ma’u menyampaikan apresiasi atas kepedulian FSPPB dan Perwira Pertamina terhadap pemulihan fasilitas pendidikan di wilayahnya.
“Bantuan ini memberikan harapan baru bagi dunia pendidikan, khususnya bagi siswa dan tenaga pendidik yang terus berupaya menjaga keberlangsungan proses belajar di tengah upaya pemulihan. Dukungan ini sangat berarti bagi kami, terimakasih Pertamina,” katanya.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan dukungan atas respons FSPPB dalam mendukung penanganan dan pemulihan pascabencana gempa di NTT.
Menurutnya, langkah FSPPB yang diawali asesmen, koordinasi, pemetaan kebutuhan, hingga penyaluran bantuan secara langsung merupakan wujud nyata kepedulian sosial.
“Pemulihan pascabencana membutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari berbagai pihak. Dukungan terhadap fasilitas pendidikan menjadi bagian penting membantu masyarakat bangkit, sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang tengah menata kembali kehidupan setelah bencana, uluran tangan yang hadir pada saat dibutuhkan dapat menjadi penguat langkah untuk kembali berdiri.
Bantuan fasilitas pendidikan ini diharapkan tidak hanya mendukung tersedianya ruang belajar yang lebih baik, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa masa depan anak-anak NTT tetap menyimpan banyak kemungkinan.

