Israel bersama Amerika Serikat (AS) bersama dilaporkan tengah bersiap menghadapi kemungkinan runtuhnya gencatan senjata dengan Iran.
Media lokal Israel menyebut fasilitas energi Iran berpotensi menjadi sasaran jika konflik kembali pecah.
Surat kabar Maariv, mengutip pejabat militer senior Israel yang tidak disebutkan namanya, mengungkapkan adanya koordinasi erat antara kedua negara. (AS-Israel).
“Terdapat koordinasi yang erat antara kedua pihak, dan jika pertempuran berlanjut, targetnya juga akan mencakup fasilitas energi Iran,” ujarnya, mengutip Anadolu Agency, Senin (20/4/2026).
Laporan tersebut juga menyebut bahwa Iran tetap bersikukuh mempertahankan haknya untuk memperkaya uranium.
Kondisi ini membuat para mediator pesimistis terhadap hasil negosiasi antara Washington dan Teheran.
“Iran bersikeras pada pendiriannya sebelumnya mengenai haknya untuk memperkaya uranium, dan tidak ada optimisme di antara para mediator,” demikian klaim laporan itu.
Ketegangan meningkat sejak serangan gabungan yang dilancarkan pada 28 Februari oleh AS dan Israel terhadap Iran, yang menewaskan lebih dari 3.300 orang.
Teheran kemudian membalas dengan serangan ke Israel serta negara-negara kawasan yang menjadi basis aset militer AS.
Konflik tersebut sempat dihentikan melalui gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April yang dimediasi oleh Pakistan.
Namun, pembicaraan lanjutan antara Washington dan Teheran yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa kesenjangan antara kedua pihak masih besar meski ada kemajuan dalam negosiasi.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Israel-AS Siaga Hadapi Runtuhnya Gencatan Senjata, Ancam Targetkan Fasilitas Energi Iran, https://www.tribunnews.com/internasional/7818790/israel-as-siaga-hadapi-runtuhnya-gencatan-senjata-ancam-targetkan-fasilitas-energi-iran.
Editor: Garudea Prabawati

