Cilacap, 21 April 2026 — Di antara gemuruh mesin dan kompleksitas operasional kilang paling strategis di Indonesia, ada satu sosok perempuan yang melangkah mantap, menembus batas yang dulu kerap dianggap milik laki-laki. Dialah Endah Purbarani, Manager Refinery Business & Optimization (RBO) di Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, satu-satunya perempuan di level Manajemen saat ini di lini tersebut.

Perjalanan Endah bukan kisah instan. Sejak bergabung dengan Pertamina pada 2008, usai menamatkan pendidikan S1 Teknik Kimia di Universitas Sriwijaya, Palembang, ia sudah dihadapkan pada pilihan yang tak biasa. Tanpa ragu, ia menerima penempatan di operasional kilang, dunia yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

Bagi perempuan yang gemar berlari, bermain bulutangkis, hingga mendaki gunung ini, tantangan justru menjadi ruang pembuktian. Di awal kariernya di Pertamina sebagai Process Engineer, Ia langsung berhadapan dengan sistem kerja shift yang menuntut fisik dan mental prima yang dijalani dengan penuh semangat. Ia menjadi terbiasa bekerja di lapangan, mulai dari bekerja di ketinggian, masuk ke ruang terbatas (confined space), mengoperasikan pompa, hingga mengikuti witness di Single Point Moring (SPM) yang berlokasi di tengah laut yang berjarak 10 mil dari pantai selatan Cilacap, semua dilakoni olehnya meskipun identik dengan dominasi pekerja pria.

“Awalnya tentu tidak mudah, tapi dukungan dari rekan-rekan kerja sangat luar biasa. Itu yang membuat saya bisa terus bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan kariernya terjadi pada 2010. Saat itu, ia dipercaya menjadi Leader Project pada Change Out Catalyst Platforming di unit Fuel Oil Complex I RU IV Cilacap. Selama 20 hari penuh, ia harus berada di lapangan, jarang pulang ke rumah, melakukan pengecekan di dalam Vessel, Column maupun masuk ke dalam Reaktor, untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan sukses.

“Tantangan terbesar justru bagaimana menjaga fokus dan keselamatan tim. Alhamdulillah, semua bisa dilalui dengan baik,” kenangnya.

Kini, perjalanan itu membawanya ke posisi strategis sebagai Manager RBO, fungsi yang menjadi “jantung” dalam mengatur arus minyak di Kilang. Selama hampir 3 tahun memimpin, Endah menghadapi kompleksitas Kilang berkapasitas 348 ribu barel per hari dengan konfigurasi yang sangat besar. Namun, di tangan dinginnya, lahir sebuah inovasi penting, Block Mode.

Inovasi yang dibangun dengan kolaborasi lintas Fungsi ini menjadi tonggak baru dalam fleksibilitas operasional Kilang. Jika sebelumnya unit Fuel Oil Complex I di CDU I RU IV hanya mengolah 100 persen Arabian Light Crude (ALC), kini mampu mengolah campuran minyak mentah dari berbagai sumber, mulai dari minyak mentah domestik hingga minyak mentah dari luar seperti Malaysia hingga Afrika, dengan komposisi yang sesuai spesifikasi Kilang.

Di tengah dinamika geopolitik global yang tak menentu, kemampuan beradaptasi ini menjadi kunci. Block Mode tak hanya soal efisiensi dan profitabilitas, tetapi juga tentang ketangguhan dan kelincahan (agility) dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Di balik ketegasan dan ketangguhan itu, Endah tetap membawa perspektif khas perempuan dalam kepemimpinan. Ia percaya, kehadiran perempuan di industri migas bukan sekadar pelengkap, melainkan kekuatan strategis, terutama dalam membangun komunikasi, kolaborasi, dan empati dalam tim.

Bagi Endah, semangat Kartini tidak pernah usang. Ia melihat Kartini sebagai simbol keberanian untuk memperjuangkan kesetaraan, yang kini mulai terwujud di berbagai sektor, termasuk industri energi.

“Sekarang perempuan punya kesempatan yang sama untuk belajar, berkarier, bahkan memimpin. Tinggal bagaimana kita percaya pada diri sendiri dan terus berkembang,” tuturnya.

Ia juga menyoroti peran komunitas Perempuan Pertamina Tangguh, Inspiratif, Wibawa, Integritas (PERTIWI) sebagai wadah penting dalam mencetak pemimpin perempuan di lingkungan Pertamina, melalui mentoring, pelatihan, hingga coaching.

Di Hari Kartini ini, ia menitipkan pesan sederhana namun kuat bagi perempuan Indonesia: untuk terus yakin pada kemampuan diri.

“Perempuan bisa bekerja maksimal, berkolaborasi dengan pria, bahkan menjadi pemimpin di Perusahaan, dan tetap menjaga keseimbangan dalam keluarga. Kita bisa menjadi Kartini masa kini—yang tak hanya bermimpi, tapi juga mewujudkan perubahan,” pungkasnya.

Pada deru kilang dan kompleksitas energi, kisah Endah adalah tentang keberanian. Tentang perempuan yang tidak hanya hadir, tetapi juga memberi arah –mengalirkan inovasi, sekaligus menyalakan semangat Kartini di setiap langkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *